Permainan yang Tak Pernah Usai

Menuruti kata hati. Itu yang tak pernah usai bila harus diikuti terus. Mau ini itu, gak akan ada habisnya. Sementara alarm berdering-dering, mengingatkan. Ada tubuh yang lelah, ada mereka yang harus diperhatikan.

Totalitas, membuat aku mengerjakan kue-kue itu—yang walau tak bisa dibilang sempurna dibandingkan kerjaan para suhu yang lain—dengan sepenuh jiwa. Akhirnya waktu dan tenaga habis di sana. Ketika mendongak sebentar, astaga, begitu banyak yang kulewatkan.

Akhirnya, pandemi memutarbalikkan semua. Satu pintu tertutup pelan-pelan, aku masih diijinkan berpamitan, tapi yang satu mulai terbuka lebar. 

Tak ada yang salah, tak ada yang disesali. Justru semua pengalaman hidup telah membantingku ke sini.

Kadang aku rindu menantang diriku seperti dulu, saat berusaha mewujudkan desain yang kugambar sendiri.  Namun, mata menjerit. Punggung berteriak. Akhirnya, kembali ke laptop.

#windyeffendy #jurnalagustus #perlima #perlimamenulishari24

Tulisan ini telah tayang di FB:

https://www.facebook.com/windyrachmawati/posts/10222599654072327

No comments