KETIKA SETIAP KATA BERMAKNA

Welcome back, to me..
*lens flare, confetti, sparkle!!

Sebenarnya ketika blog sudah mulai tidak begitu tersentuh, permainan berpindah ke instagram dan ke facebook status. Masih tetap? Masihlah.
Lebih seru lagi ketika Alhamdulillah ada yang menggandeng untuk membuat satu Antologi Cerpen. Cinta Bunda dalam Goresan Pena, judulnya. Bersama teman-teman baru dari penulis Sidoarjo, kakak ipar saya yang mengajak saya bergabung di sini.. . Dan it works, Alhamdulillah.. 


Cover buku Antologi pertama kami 💖
Sudah terjual dua kali cetak ulang. Alhamdulillah.
PS : yang masih ingin memiliki boleh kontak saya, masih bisa disiapkan untuk Anda 💝💝

Uwow.
Ternyata sebuat target yang dikumpulkan di kepala dan dinyatakan lalu diniatkan untuk terjadi, maka terjadilah. Karena Alloh maha Segalanya, Alloh memampukan kita untuk mewujudkannya. 

Jadi masih tetap menulis? Masih...
Masih tetap menuliskan hobi dan passion di menulis ? Masih..
Sebuah cita-cita agung,  yaitu menerbitkan novel sendiri. Apalagi kalo bisa berseri-seri seperti Dee. Dan ketika dipertemukan dengan Mba Dee, ketika itulah saya yakin seyakin-yakinnya bahwa setiap keinginan bila terus diperkuat akan terjadi, suatu saat nanti, entah kapan, lewat jalan yang berliku, tapi akan terwujud. Karena Alloh Maha Mendengar... Alhamdulillah.. 


Nah. Lalu apa yang membuat saya kembali blogging di sini?
Honesty, saya mengikuti sebuah perkuliahan yang bernama Institut Ibu Profesional yang di-create oleh Ibu Septi Peni Wulandari. 
Di situ adalah tempat para ibu berkumpul dan ditempa untuk menjadi ibu yang sejati, yang tidak meninggalkan fitrahnya sebagai ibu dan istri, dan wanita tentu saja. 

Muncul dengungan di sebelah : belum cukup emang ilmunya dengan belajar dari Mami dan bapak Quantum Vibration-ku tercinta?
Belumlah, belajar itu tidak boleh berhenti. Ketika semua hal menjadi sangat bermakna, di saat umur sudah mulai banyak ditebang habis, maka di situlah timbul kekuatan untuk menjadi sangat-sangat lebih baik dengan apapun caranya.

Ilmu yang dimiliki dikombinasikan dengan ilmu yang baru didapat, lalu diterapkan, why not?
Life is about learning and doing without regrets.
Ya mari. Belajarlah sampai kapanpun dan lalu kembali dibagikan dengan cara yang lebih indah. Diterapkan, dilakukan, diserap, dibagikan, dan diolah kembali. 

Balik lagi ke atas. Mengapa harus ber-blogging kembali?
Karena setelah melalui level Matrikulasi, maka Alhamdulillah saya masuk di level Bunda Sayang yang memang benar menggali lebih dalam kekuatan kita untuk menjadi seorang ibu, istri, dan wanita yang bermakna. Nah di level ini ada tugas dan game-game yang harus di-share di media sosial atau di blog, dan dilaporkan link-nya sebagai pengerjaan tugas.
So I re-start from here. 
Saya menulis kembali di sini on behalf pengerjaan tugas tersebut, dengan tendensi sampingan untuk berlatih menulis setiap hari, lagi. 

Dan,
Cita-cita memiliki novel itu masih. Karenanya mengasah diri akan sangat penting sekali. Termasuk mengasah menulis. Membaca dan menulis lagi ^keplak diri sendiri. Karena setiap kata itu bermakna, dan tidak bisa kita improve bila tidak diberi asupan gizi yang baik.

Sehingga, perjalanan menulis akan dimulai hari ini, Bismillah istiqomah. Karena adalah kita yang  bisa memperbaiki diri, dengan jalan apapun. Tidak perlu nunggu yang lain. 

Juga, syukur Alhamdulillah,  masih diberikan kesempatan-kesempatan yang luarbiasa oleh Alloh. 
Mengajar, berkarya, mengolah rasa dan kata, dalam setiap langkah.
Termasuk bahwa, antologi kedua akan segera terbit April mendatang. Nantikan yak. Boleh PO mulai sekarang haha.




With all my heart,
wind

No comments