TRAVELING WITH TEENS (2): Tentang Itinerary

Hari yang indah untuk melanjutkan seri ini. Kali ini, aku ingin bercerita tentang menyusun tujuan wisata  dengan dua gadisku. 

Sangat penting bagiku untuk menyusun itinerary dengan cermat karena budget yang terbatas. Aku menyampaikan pada suami tercinta pak Kurnia Wan dan anak-anak bahwa kami akan berada di Tokyo, Osaka, dan Seoul.

Aku meminta anak-anak memberikan daftar lokasi yang ingin mereka kunjungi agar aku dapat menyusun rencana pergerakan kami. Pertanyaan yang sama pun kusampaikan pada suamiku. Dia hanya meminta aku memasukkan waktu untuk wisata masjid.

Baiklah, aku mengumpulkan daftar dari Fia dan Ica untuk kususun. Mereka tidak banyak meminta tujuan khusus saat di Jepang, lebih banyak di Seoul. Macam harus ke Myeongdong Underground Shopping Street, Aladdin BookStore, dan SM Town Building. Satu permintaan Fia, saat di Tokyo harus ke Ueno Zoo karena ingin melihat panda dan polar bear. Sisanya, terserah Mama.

Segera aku menyusun draft awal, kemudian memberikan tugas baru untuk mereka. Fia kutugaskan mencari sebagian alternatif transportasi dari satu titik ke titik lain. Sementara, Ica kuminta mencari lokasi salat dan alternatif restoran halal di beberapa titik tujuan. 

Mereka menjalankan tugas dengan baik. Hasil riset mereka terkumpul dalam waktu yang cukup cepat. Aku kembali mantengin laptop dan kertas catatan untuk menyusun rute perjalanan sehemat dan seefisien mungkin. Alternatif-alternatif kusiapkan bila ternyata di lapangan tidak berjalan lancar. 

Aku menyadari bahwa perjalanan tidak akan seru bila terlalu diatur, tapi aku juga harus menyiapkan rencana agar tidak terjadi pemborosan biaya dan waktu. Geser-geser sedikit tak mengapa, yang penting kami menikmatinya. Tujuan kuatur dengan moda transportasi kereta dan jalan kaki, sehingga kami bisa menikmati Jepang dan Korea langsung dari bumi, bukan sekedar gaya-gayaan.

Kubacakan rencana perjalanan yang sudah jadi kepada mereka—suami dan gadis-gadisku. Sedikit adjusment di sana sini, sedikit melonggarkan waktu untuk kejutan-kejutan yang mungkin terjadi, selebihnya, we were ready!

Tetek bengek di Jepang aku yang urus. Selebihnya di Korea, aku lebih membebaskan dua gadis ini menikmati waktu, milik mereka sepenuhnya!

Aku pernah menuliskan tentang hal ini dalam family project di IIP Bunda Sayang yang lalu di sini. 

#windyeffendy #jurnalagustus #PerempuanMenulis #perlimamenulishari17

Tulisan ini pernah tayang di FB:

https://www.facebook.com/windyrachmawati/posts/10222533965270148

No comments