YOUNG DESIGNER CALLED FIA





Sebuah perjalanan menuju ke sini, tidak mudah. Ada hal-hal yang telah dilewati.
Dan ketika anak-anak ini sudah beranjak dewasa, rasanya satu demi satu rasa yang dulu 

pernah dilewati dengan penuh airmata, dan tawa, dan segala kelelahan, terbayar sudah.

Adalah masih panjang, tetapi di titik ini sedikit lega tercapai melihat apa yang sudah mampu  mereka lakukan.

Si sulung, Fia. Hingga sampai di sini dia sudah mampu menghasilkan uang sendiri dari karya-karyanya. 

Pada suatu saat, Fia meminta ijin kepada saya untuk mengikuti sebuah workshop lettering di sebuah hotel. Baiklah, silahkan. Tidak terlalu mahal, tapi worth untuk mengisi waktunya. 

Fia berangkat kemudian, tapi setengah jam kemudian menelpon saya dan mengatakan ada kuasnya yang ketinggalan. Baiklah, terpaksa acara gosend ria seperti biasa. 

Saya memantau dari instagram Fia tentang kegiatan hari itu, dia mempost beberapa story yang cukup seru tampaknya. 

Sore kemudian Fia pulang. Dia bercerita sedikit tentang keramaian hari itu.
Lalu, keesokan harinya, tanpa sengaja dia bercerita tentang sebuah voucher yang diberikan kepada temannya.
Voucher apa, saya tanya.
Ternyata, hasil karya workshopnya dilombakan dan mendapat penghargaan di hari itu. Hadiahnya adalah voucher makan untuk dua orang di hotel tersebut, dan voucher hadiah itu diberikan kepada temannya, kasihan katanya.. 


Saya tertawa dan menyelamati dia atas kemenangannya.
Saya goda sejenak, kok nggak kasihan sama mama. Ndak dikasi ke mama aja vouchernya?

Dia manyun. Gak lah, mama bisa beli sendiri. Temenku kasihan.

Baiiiklah. 😂

Alhamdulillah, terimakasih Alloh. Gadis kecilku sudah tertempa pelan-pelan di dunia nyata dengan karya-karya kecilnya. Bismillah menjadi lebih besar lagi.. aamiin.. 






#hari6
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Share:

0 Comentarios