KOMUNIKASI PRODUKTIF, LET'S GO FOR IT!

Jadi, ceritanya, tugas sudah dimulai.
Tugas di Bunda Sayang, if you notice the previous post.

Tugas ini berdasar pada materi pertama di perkuliahan Bunda Sayang, yaitu Komunikasi Produktif. Dan tantangannya adalah selama 10 hari dalam rentang 17 hari yang diberikan, harus melakukan dan menerapkan komunikasi produktif ini dalam keluarga. Boleh kepada pasangan atau anak-anak.



Baiklah, mari kita mulai.
Sebagai awal tentu saya harus menyampaikan pada suami tercinta tentang tugas ini, dan tentu saja beliau harus tahu, karena salah satu tujuan utama saya adalah memperbaiki komunikasi dengannya agar menjadi lebih baik.

Well, siang itu, ketika tugas pagi sudah selesai semua, sang bapak sedang sibuk dengan pekerjaannya lewat handphone di ujung sana, dan saya sudah siap membuka laptop untuk mereview pekerjaan yang tertunda dan  apa yang belum selesai. Saya memutuskan waktunya interupsi dulu kepada si bapak sebelum mulai melanjutkan pekerjaan yang lain.

Jadi saya mulai mendekat. Saya mengambil waktu yang tepat.
Lalu meminta ijin untuk ngobrol tentang bunda sayang ini.
"Pa, aku mau ngobrol sebentar."
Beliaunya menoleh sekilas, lalu tetap menatap layar gadgetnya, "Apa itu?" Katanya sambil mendengarkan, katanya.
Baik.
Saya melambatkan bicara. "Masih ingat waktu aku ikut matrikulasi kapanan? Yang ada peer-peernya itu."

Beliau menoleh, mulai tertarik rupanya. "Iya, terus kenapa?"
"Jadi, aku sudah masuk level selanjutnya ini. Jadi aku harus ada tugas-tugas yang dikerjain ya, Pa."

Beliau tersenyum.
Saya ini, punya gaya komunikasi ekspresif. Semangat kalau bicara, dan melebar kemana-mana, panjang lebar dan tangan ikut bicara, cenderung cepat pula.
Benar-benar saya mencoba menahan diri untuk bicara lebih lambat. Memilih pilihan kata yang tepat sehingga beliaunya paham dan menyetujui.

"Jadi boleh ya pa?" Tanyaku sambil meringis.
"Boleh," kata suamiku. "Kerjaan yang lain bagaimana?"
Aku tertawa. "InshaAlloh beres. Setiap hari aku akan update check list dan menyelesaikannya dengan runtut."

"Oke deh," kata beliau lagi. Irit rupanya dia bicara.
"Eh satu lagi pa," kataku.

Kali ini beliau menoleh kepadaku. "Apa lagi?"
"Game yang harus diselesaikan itu, harus melibatkan pasangan atau anak-anak. Jadi Bapak harus ikut serta ya. Berkenan kan ya?"
Melongo dia. "Aku mesti ngapain?"

Aku tertawa melihat raut wajahnya. "Ya enggak ngapa-ngapain. Maksud saya, nanti kita perbaiki cara kita komunikasi sama-sama. Jadi mohon bantuannya ya pak. Biar kita bisa ngobrol lebih enak.  Begitu.." kataku sambil tertawa.

Bapak manggut-manggut. Lalu tertawa. "Oke deh. Mari kita coba."

Yes! It's done.
Satu poin utama sudah terselesaikan : beliau mau bekerja sama.

Sekarang tinggal menguatkan hati dan diri untuk tetap istiqomah melakukannya.
Kita pasti bisa!!



#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#windyeffendy
#love
#life
#family
@institut.ibu.profesional

Share:

0 Comentarios