ICARELLA, ICARELLI

Cinderella Cinderelli, Icarella Icarelli.

Begitu saya sering nyanyikan ke adik Ica, anak kedua saya sewaktu kecil dulu. Kakak Fia sampai sekarang jadi ikut-ikutan menyanyi begitu menggoda adiknya.  Karena si bungsu ini dulu memang lucu dan cantik, dengan pipi tembemnya, dengan keluguannya.

Sekarang dia sudah beranjak jadi gadis remaja yang cantik, tinggi, langsing, dan pintar, Alhamdulillah. Itu menurut saya. Boleh dong ya maknya bangga pada gadisnya..
Dia mengikuti OSIS juga, persis seperti saya dan ayahnya, kakaknya. Karena dia melihat banyak sekali yang bisa didapat dengan mengikuti kegiatan seperti itu.

Di rumah, Ica masih agak terlalu  banyak bermain dengan gadgetnya. Jadi kadang mesti melakukan break session dengan Ica untuk bisa berkomunikasi dengan intens.

Seperti kali ini, ketika ia harus bersiap untuk bravery survivalnya kali ini.
Banyak barang-barang yang harus disiapkan.

Persiapan cukup banyak, bila tidak diingatkan maka nanti dia akan kebingungan sendiri. Tetapi, tanggung jawab tetap ada padanya, dan Ica menyadari itu.
Sore itu sepulang sekolah, selepas sholat magrib, Ica datang kepada saya.

"Ma, daftar untuk keperluan BS-nya masih punya nggak? Punyaku ilang...," katanya.
Hm, baiklah. "Ada.. mama forward ya. Eh, dek, ayo abis ini dilihat mana yang harus disiapin. Ica sendiri yang harus menyiapkan semua ya, mama akan bantuin mana yang tidak ada atau perlu dibantu siapkan." Saya berkata kepadanya.

Ica mengangguk. "Oke, ma," jawabnya.
Kemudian Ica mengecek apa-apa saja yang harus dibawa, ternyata ada jas hujan yang entah kemana rimbanya setelah kami pindahan barusan.

"Di mana ya ma?" tanyanya.
"Bentar, mama ingat pernah lihat. Misalnya tidak ketemu, kita bisa pinjam punya kakak kan?"
Saya menawarkan alternatif.
Ica mengangguk. "Oke," jawabnya.

Kemudian kami membagi tugas, Ica mencari di lantai atas di beberapa kontainer yang belum saya buka, dan saya mencari di kamar.
Ternyata, ada di salah satu kontainer di kamar.

"Ini ketemu, Dek," saya menyerahkan jas hujan itu kepadanya.
"Alhamdulillah, makasih Ma, " jawabnya.

Kemudian setelah menyiapkan kue dan air yang harus di bawa besok pagi, Ica berkata kepada saya.
"Ma, besok pagi bangunin aku ya. Takut kebablasan," katanya.
"Boleh," jawabku. "Tapi Adek harus pasang alarm juga ya, adik juga harus belajar bisa bangun sendiri dan bertanggung jawab dengan kegiatannya sendiri, maksud Mama begitu," kataku.
Ica tertawa. "Oke, tapi Mama tetep bangunin ya kalo aku lama ndak keluar-keluar," katanya sambil tertawa.

Lalu Ica beranjak ke kamarnya untuk tidur lebih cepat malam itu.
Alhamdulillah, semakin besar semakin bisa diandalkan, gadis kecilku ini.. 💓💃




#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#windyeffendy
#love
#life
#family
@institut.ibu.profesional

Share:

0 Comentarios